Vitamin Untuk Anak

Vitamin Untuk Anak

TIPS MEMILIH SUPLEMEN YANG BAIK DAN AMAN!  

  • Memberikan suplemen vitamin yang sesuai dengan kebutuhan anak. Contohnya : bila anak kekurangan vitamin D, berikanlah vitamin D. Karena itu, sebelum memberikan vitamin, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter.

  • Jangan sembarangan memberikan suplemen vitamin pada bayi tanpa rekomendasi dokter, terutama yang berusia kurang dari 6 bulan. Jika si bayi mendapat ASI eksklusif dari ibunya, hampir dapat dipastikan si bayi tidak memerlukan suplemen vitamin. ASI sendiri sudah mengandung berbagai vitamin dan mineral yang lengkap.

  • Jangan memberikan dosis suplemen yang melebihi angka kecukupan gizi (RDA/Recommended Daily Allowance), meskipun kelebihan itu hanya untuk satu jenis vitamin atau mineral. Idealnya, kandungan suplemen multivitamin itu lebih rendah dari AKG (angka kecukupan gizi). Bagi anak batita, suplemen multivitamin yang berbentuk cair lebih aman diberikan karena tablet kunyah berpotensi membuat anak tersedak. Jangan sekali-kali berbohong kepada anak dengan mengatakan suplemen vitamin sebagai permen, karena ini akan mendorong anak ingin mengkonsumsi semaunya.

 Satu hal yang harus ditekankan pada setiap orang tua, vitamin bukan satu-satunya yang diperlukan oleh tubuh. Orangtua tidak hanya perlu memberi anaknya suplemen agar kebutuhan vitamin dan mineralnya terpenuhi, tetapi sebaiknya berupaya untuk memperbaiki pola makan anak. Vitamin dan mineral pun akan mubazir tanpa adanya kecukupan zat gizi utama seperti karbohidrat, protein (hewani dan nabati), maupun lemak.


Sumber : Tanyadok.com

Sortir berdasarkan:
Tampilan:
Display: List